Blog
Artikel & Berita terkini - [Corporate Training]
JAKARTA, 10 November 2025 – Dalam upaya memperkuat kompetensi sumber daya manusia di bidang teknologi data dan kecerdasan buatan, Indonesia AI bersama dengan PT Kliring Penjamin Efek Indonesia (KPEI) mengadakan pelatihan korporat bertajuk “AI for Business Intelligence Analyst”. Acara ini berlangsung pada 6–7 November 2025 Program ini diikuti oleh 40 peserta dari berbagai divisi, khususnya yang berkaitan dengan analisis data, manajemen risiko, dan pengambilan keputusan berbasis informasi bisnis. Selama delapan sesi pelatihan dengan total 16 jam pembelajaran tatap muka, para peserta mendapatkan pengalaman belajar yang intensif dan aplikatif seputar penerapan Artificial Intelligence (AI) di dunia kerja. Pelatihan yang berlangsung di kantor pusat KPEI ini dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh tentang bagaimana AI dapat dimanfaatkan dalam meningkatkan efisiensi kerja, memperkuat sistem analisis, dan mendukung proses pengambilan keputusan yang lebih cerdas. Proses pembelajaran dilakukan secara interaktif, menggabungkan penjelasan konsep dasar, praktik langsung, studi kasus, hingga diskusi reflektif antar peserta. Materi pelatihan disusun secara bertahap dan berkesinambungan. Sesi pertama memperkenalkan peserta pada Dasar Analisis Data Modern, termasuk pengenalan AI, teknik prompt engineering, dan pengolahan data menggunakan Excel dan Power BI. Pada sesi berikutnya, peserta mendalami Visualisasi dan Insight Otomatis dengan AI, dengan memanfaatkan ChatGPT, Python, dan model bahasa besar (LLM) untuk membuat dashboard interaktif serta executive summary otomatis. Pembahasan kemudian berlanjut pada Analisis Transaksi dan Benchmarking CCP Global, di mana peserta menganalisis pola transaksi, konsep trading limit dan collateral, serta membandingkan praktik Central Counterparty di tingkat global. Pelatihan ditutup dengan sesi Early Warning System (EWS) dan Risk Automation, di mana peserta mempraktikkan pembuatan dashboard risiko real-time serta notifikasi otomatis berbasis AI untuk mendukung sistem pemantauan risiko yang lebih adaptif. Perwakilan dari Indonesia AI menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen Indonesia AI dalam mendukung percepatan transformasi digital di sektor keuangan. “AI kini menjadi pondasi dalam pengambilan keputusan bisnis modern. Melalui program ini, kami ingin membekali peserta dengan keterampilan praktis agar siap menghadapi perubahan dan mampu mengoptimalkan potensi data yang mereka miliki,” ujar perwakilan Indonesia AI. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Steven, peserta dari Divisi Penjaminan dan Pengelolaan Risiko, menuturkan bahwa pelatihan ini membuka wawasan baru tentang penerapan AI dalam pekerjaan sehari-hari. “Materinya sangat relevan dan aplikatif. Saya jadi lebih memahami bagaimana AI bisa membantu mempercepat analisis data dan meningkatkan akurasi insight,” ujarnya. Selain itu, Iksan dari Divisi Perencanaan Strategis dan Manajemen Risiko Korporasi juga memberikan kesan positif. “Pendekatan praktik langsungnya membuat kami lebih mudah memahami konsep AI. Ini bukan hanya teori, tapi benar-benar bisa diterapkan di pekerjaan kami,” tuturnya. Melalui kolaborasi ini, Indonesia AI dan PT KPEI berharap pelatihan semacam ini dapat menjadi langkah strategis dalam membangun budaya kerja yang berbasis data dan inovasi. Dengan kemampuan analisis yang diperkuat teknologi AI, perusahaan diharapkan mampu mengambil keputusan lebih cepat, tepat, dan berdampak bagi pertumbuhan bisnis di era digita
JAKARTA, 23 Mei 2025 – Indonesia AI kembali menyelenggarakan program AI Corporate Training untuk kalangan profesional industri, kali ini bekerja sama dengan PT Agrinesia Raya. Pelatihan ini mengusung tema “Mastering AI Prompt Engineering with Practical Tools” yang mana berfokus pada pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan produktivitas kerja dan kualitas sumber daya manusia di lingkungan perusahaan. Kegiatan ini diikuti oleh 100 peserta dari berbagai divisi internal PT Agrinesia Raya. Pelatihan diselenggarakan secara online melalui Zoom Meeting, dengan durasi selama 2–3 jam yang mencakup penyampaian materi, praktik langsung, serta sesi diskusi interaktif bersama mentor dari Indonesia AI. Program pelatihan ini dirancang secara intensif untuk memperkenalkan teknologi kecerdasan buatan kepada para karyawan dan memberikan pemahaman praktis mengenai bagaimana AI dapat diintegrasikan ke dalam pekerjaan sehari-hari. Dalam sesi pembelajaran, peserta diperkenalkan pada berbagai AI tools populer seperti Gemini, DeepSeek, dan ChatGPT, yang kini banyak digunakan di berbagai sektor industri untuk mendukung efisiensi dan kreativitas kerja. Selama pelatihan, peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan teori, tetapi juga melakukan praktik langsung dalam menggunakan AI tools tersebut untuk berbagai keperluan, mulai dari brainstorming ide, menulis dokumen, merangkum informasi penting, hingga mengoptimalkan komunikasi internal maupun eksternal perusahaan. Melalui pendekatan interaktif ini, peserta diharapkan dapat memahami cara kerja AI sekaligus menguasai langkah-langkah penerapannya di bidang masing-masing. Selain pembelajaran langsung, Indonesia AI juga menyediakan modul digital, rekaman pelatihan, serta assessment untuk mengukur tingkat pemahaman peserta setelah mengikuti pelatihan. Hal ini menjadi bagian dari komitmen Indonesia AI dalam menghadirkan program yang tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga aplikatif dan berkelanjutan. Materi utama yang disampaikan diambil dari Modul “Generative AI for Business”, yang dirancang khusus bagi kalangan profesional agar dapat mengoptimalkan penggunaan AI dalam mendukung produktivitas kerja. Peserta juga diajak memahami penerapan AI untuk analisis data sederhana dan bagaimana teknologi ini dapat membantu meningkatkan efisiensi operasional di berbagai lini bisnis. Perwakilan dari Indonesia AI menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah nyata dalam mendukung transformasi digital di sektor industri. “Kami percaya bahwa kemampuan memahami dan menggunakan AI bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan bagi setiap profesional. Melalui pelatihan ini, kami ingin membantu perusahaan mempersiapkan SDM yang adaptif dan mampu berinovasi di era digital,” ujar perwakilan Indonesia AI. Sementara itu, Rita Mulyani, Supervisor E-learning Development PT Agrinesia Raya, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. “Kami berharap dengan adanya pelatihan pengantar ini, teman-teman bisa terbantu dalam kegiatan selama bekerja. Dan jika hari ini impactful, kami akan mengadakan pelatihan 2.0 ke depannya,” ungkapnya. Melalui kolaborasi ini, Indonesia AI dan PT Agrinesia Raya berharap dapat memperkuat kemampuan digital tenaga kerja Indonesia. Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju transformasi kerja yang lebih efisien, inovatif, dan berdaya saing di era teknologi kecerdasan buatan.
JAKARTA, 28 Juli 2025 – Indonesia AI menyelenggarakan corporate training dengan tema “AI Essentials for Business Impact: Project Use Case with Computer Vision” untuk tim engineer dari Mitra Parama Indonesia. Kegiatan ini berlangsung secara hybrid melalui Zoom dan tatap muka di kantor pusat Mitra Parama hingga 26 Agustus 2025. Pelatihan ini dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai kecerdasan buatan, khususnya di bidang computer vision yang saat ini semakin banyak diterapkan dalam dunia industri. Program berlangsung dalam beberapa tahap, dimulai dari persiapan dengan penguatan fundamental Python, kemudian pelatihan dasar mengenai machine learning dan computer vision, dilanjutkan dengan materi lanjutan tentang object detection dan object segmentation menggunakan Vision-Language Model. Sebagai bagian dari pelatihan, peserta juga mengerjakan proyek use case berupa Liveness Detection, yaitu teknologi verifikasi biometrik untuk memastikan keaslian identitas wajah. Proyek ini dipilih karena relevan dengan kebutuhan industri akan sistem keamanan berbasis AI yang lebih akurat dan dapat mencegah praktik pemalsuan identitas. Materi yang diberikan dalam program ini mencakup fundamental Python for AI dan data science, dasar-dasar deep learning dan machine learning, computer vision dan signal processing, hingga pembahasan mendalam mengenai object detection dan object segmentation berbasis Vision-Language Model. Melalui kurikulum tersebut, peserta tidak hanya dibekali teori, tetapi juga diarahkan untuk mampu mengimplementasikan teknologi AI secara praktis sesuai kebutuhan bisnis. Pemilihan computer vision sebagai fokus pelatihan didasari oleh semakin luasnya penerapan teknologi ini, mulai dari manufaktur, retail, kesehatan, hingga keamanan digital. Indonesia AI menilai penguasaan computer vision akan mendorong efisiensi kerja, memperkuat sistem keamanan, sekaligus membuka peluang inovasi baru yang dapat memberikan dampak nyata bagi perkembangan bisnis. Perwakilan Manajemen Mitra Parama Indonesia, Reza Adhitya, menyampaikan bahwa tujuan dari keikutsertaan timnya dalam program ini adalah untuk memahami fundamental dalam pembuatan AI, termasuk proses alur dan persiapan yang dibutuhkan. “Tujuan akhirnya adalah agar tim MPI (Mitra Parama Indonesia) AI dapat hadir dalam perkembangan teknologi AI ini, khususnya di Indonesia. Dengan bekal ini, kami berharap MPI AI mampu membuat sebuah model bisnis baru,” ungkapnya. Reza juga menambahkan harapannya terhadap pelatihan ini. “Semoga ilmu yang telah diberikan pada proses pembekalan materi kemarin dapat menjadi bahan bakar yang bagus untuk MPI AI,” ujarnya. Indonesia AI menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan program pengembangan sumber daya manusia yang relevan dengan tantangan industri. Melalui corporate training ini, diharapkan peserta dapat memperoleh keterampilan teknis sekaligus wawasan strategis dalam menerapkan teknologi kecerdasan buatan di lingkungan kerja. Kerja sama dengan Mitra Parama Indonesia ini juga diharapkan menjadi contoh kolaborasi yang mampu mempercepat adopsi teknologi AI di sektor industri nasional.
JAKARTA, 30 Juli 2025 — Indonesia AI bekerja sama dengan Alfamidi menyelenggarakan corporate training bertema “Generative AI for User: Utilize AI Tools for Improving Workflow”. Pelatihan ini dilaksanakan secara hybrid melalui Zoom dan diikuti oleh seluruh tim manajer dari cabang Alfamidi di berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman dasar mengenai Generative AI serta penerapannya dalam mendukung produktivitas kerja. Materi utama yang diberikan meliputi fundamental AI dan prompt engineering. Selain sesi materi, pelatihan ditutup dengan exercise use case, di mana setiap divisi diminta mempresentasikan contoh penerapan AI sesuai kebutuhan operasional di area masing-masing. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya Alfamidi untuk memastikan para manajer mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi, khususnya di era digital yang semakin menuntut efisiensi kerja. Dengan ribuan data transaksi dan laporan operasional yang harus diproses setiap hari, penggunaan teknologi AI dinilai sangat relevan untuk membantu mempercepat proses kerja dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat. Learning Operations Manager Alfamidi, Ibu Tety Rusmiati, menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah agar para manajer dapat bekerja lebih efektif dengan memanfaatkan AI. “Dengan adanya AI, teman-teman tidak perlu merasa terancam. Justru AI harus dipandang sebagai partner kerja yang membantu pekerjaan administratif, sehingga kita bisa naik kelas, melakukan upskilling, dan fokus pada hal-hal strategis,” ujarnya. Melalui penguasaan prompt engineering, peserta didorong untuk dapat memaksimalkan potensi AI tools yang digunakan. Dengan begitu, keluaran yang dihasilkan AI bisa lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing divisi, mulai dari penyusunan laporan, ringkasan data, hingga pembuatan materi operasional. Selain memberikan pemahaman teknis, training ini juga ditujukan untuk menumbuhkan pola pikir baru di kalangan peserta bahwa teknologi bukanlah ancaman, melainkan peluang. Dengan memanfaatkan AI untuk tugas administratif, para manajer dapat lebih fokus pada pengelolaan tim, strategi bisnis, dan pengambilan keputusan penting. Hal ini sejalan dengan tuntutan perusahaan untuk terus meningkatkan kinerja sekaligus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Indonesia AI sebagai penyelenggara training menekankan pentingnya transfer pengetahuan praktis yang langsung dapat diterapkan di tempat kerja. Dengan metode pelatihan yang aplikatif, peserta tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga pengalaman nyata melalui studi kasus yang sesuai dengan tantangan di lapangan. Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi Alfamidi untuk memperluas pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan di sektor ritel. Dengan dukungan keterampilan baru, para manajer diharapkan mampu mendorong transformasi digital perusahaan, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat daya saing di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat.
JAKARTA, 25 April 2025 — Sebagai bentuk komitmen dalam membangun kapabilitas digital internal, Best Agro Internasional bekerja sama dengan Indonesia AI menyelenggarakan program corporate training bertema AI Essentials for Business Impact: From Fundamentals to Practical Implementation, yang menyasar peserta dari berbagai bidang dalam divisi IT. Pelatihan ini diawali dengan fase persiapan intensif selama dua pekan, yang mencakup penyamaan pemahaman dasar, termasuk penguasaan Python Programming sebagai bahasa pemrograman utama yang digunakan dalam pengembangan AI. Tahap ini juga berfungsi sebagai prasyarat untuk memastikan seluruh peserta memiliki bekal yang setara sebelum memasuki materi inti. Pelaksanaan Online Training dimulai pada 9 Mei hingga 11 Juli 2025, dalam 10 sesi pembelajaran berdurasi 3 jam per sesi, yang dilakukan secara virtual dan interaktif. Selama program berlangsung, peserta mendalami dua topik utama: Machine Learning (ML) dan Natural Language Processing (NLP), dengan kurikulum yang dirancang untuk menjangkau materi dasar hingga tingkat lanjutan. Materi disesuaikan dengan kebutuhan sektor agribisnis dan operasional Best Agro, sehingga peserta tidak hanya mempelajari konsep, tetapi juga terlibat langsung dalam beberapa studi kasus aplikatif yang mencerminkan tantangan nyata di lapangan. Studi kasus ini dirancang untuk memperkuat pemahaman peserta dalam menerapkan teknologi AI dalam konteks industri perkebunan dan pengolahan hasil bumi secara efisien dan berdampak Program ini menjadi langkah strategis bagi Best Agro untuk memperkuat SDM internal agar siap menghadapi tantangan transformasi digital, sekaligus membuka peluang baru dalam pemanfaatan AI untuk mendorong efisiensi dan inovasi berkelanjutan. “Harapannya, kami dari tim IT bisa berpartisipasi dalam project-project AI dan juga bisa membuat laporan yang berbicara untuk perusahaan,” ungkap Denny Zefanya (Information Technology Officer – Best Agro Internasional) saat menyampaikan antusiasmenya terhadap pelatihan ini. Sebagai mitra penyelenggara, Indonesia AI terus berupaya menyediakan program pelatihan yang adaptif terhadap kebutuhan industri, dengan pendekatan pembelajaran praktikal dan berbasis studi kasus, agar setiap peserta mampu mengaplikasikan AI secara langsung dalam pekerjaan mereka.
DEPOK, 11 April 2025 – Menyambut era kecerdasan buatan yang semakin berkembang pesat, Allianz Indonesia mengambil langkah strategis dengan mengadakan pelatihan intensif bertema “AI Essentials for Business Impact: From Fundamentals to Practical Implementation.” Program ini digelar sebagai upaya mempersiapkan talenta internal agar siap menghadapi transformasi digital sekaligus memperkuat daya saing perusahaan di tengah revolusi teknologi AI yang semakin cepat. Pelatihan ini diselenggarakan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah persiapan pelatihan yang berlangsung mulai tanggal 11-26 April 2025 dan dilanjutkan tahap kedua adalah In-House Training yang berlangsung secara offline selama 7 hari, yang dilakukan pada rentang 28 April - 8 Mei 2025.. Pelatihan ini diikuti oleh karyawan Allianz dari lintas bidang IT seperti Software Engineering dan Business Analyst. Dalam program ini, para peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai teknologi Artificial Intelligence (AI) mulai dari konsep dasar hingga aplikasi praktis yang relevan dengan konteks bisnis. Allianz bermaksud membekali timnya dengan kemampuan yang tidak hanya teoritis, tetapi juga aplikatif untuk mendukung inovasi dan efisiensi operasional. Kerjasama Allianz dengan Indonesia AI sebagai mitra pelatihan menghadirkan kurikulum yang terstruktur secara bertahap. Materi pelatihan mencakup tiga bidang utama AI, yaitu Machine Learning (ML), Computer Vision (CV), dan Natural Language Processing (NLP), dimulai dari pengenalan fundamental AI dilanjutkan dengan pendalaman teknik dan implementasi pada studi kasus bisnis nyata. Pendekatan pembelajaran yang mengedepankan praktik ini dipandu oleh mentor-mentor profesional yang berpengalaman di bidang AI Engineering, sehingga peserta mendapatkan pengalaman langsung yang relevan dengan tantangan di dunia kerja. Estuda Maharyo Basuki, salah satu peserta pelatihan mengapresiasi materi yang disampaikan. Ia menilai kurikulum sudah sangat terstruktur dan progresif sesuai dengan tingkat kesulitan yang harus dikuasai. “Materi yang disajikan mencakup sejarah dan perkembangan teknologi AI secara lengkap, serta bagaimana penerapannya pada kasus nyata di lapangan. Use case yang diberikan pun merupakan skenario praktis yang mudah diaplikasikan dalam kehidupan profesional sehari-hari,” ujarnya Salah satu pencapaian menarik dalam pelatihan ini adalah keberhasilan peserta dalam menyusun portfolio project berbasis studi kasus dari Allianz. Salah satu proyek unggulan adalah sistem Deteksi Umur Plat Nomor menggunakan Chatbot dan Object Detector, di mana peserta merancang solusi berbasis AI untuk mengenali plat nomor kendaraan dan memperkirakan usia kendaraan melalui interaksi dengan chatbot cerdas. Proyek ini memadukan kemampuan deteksi visual (object detection) dengan teknologi Natural Language Understanding untuk menghadirkan solusi yang efisien dan terintegrasi. “Proyek-proyek yang diberikan sangat membantu dalam memahami teori secara mendalam, apalagi dengan dukungan bimbingan mentor dan pelayanan panitia yang sangat profesional,” kata Irnawan Eka Putra sebagai Lead Software Engineer yang menjadi peserta pelatihan. Kolaborasi antara Allianz dan Indonesia AI ini menegaskan pentingnya sinergi antara korporasi dan penyedia edukasi teknologi dalam menghadapi tantangan era digital. Allianz tidak hanya mengembangkan kapabilitas teknis karyawan, tetapi juga mendorong budaya inovasi yang berbasis data dan teknologi di seluruh lini organisasi. Hal ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen Allianz untuk terus adaptif dan kompetitif di tengah percepatan transformasi digital. Sebagai mitra transformasi digital terpercaya, Indonesia AI berkomitmen untuk terus memberikan program edukasi dan pendampingan teknologi AI yang aplikatif dan berdampak nyata bagi perusahaan dan institusi di Indonesia. Melalui kerja sama seperti ini, harapannya semakin banyak organisasi yang dapat mengoptimalkan pemanfaatan AI demi meningkatkan produktivitas dan daya saing bisnis.